Renungan HarianSlideTerbaru

Tanpa Yesus; Kerja Keras Pun Gagal

(Yohanes 21 : 3)

21:3 Kata Simon Petrus kepada mereka: “Aku pergi menangkap ikan.”

Kata mereka kepadanya: “Kami pergi juga dengan engkau.”

Mereka berangkat lalu naik ke perahu,

tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.

Bapak Ibu Saudara, Jemaat yang Tuhan Yesus kasihi.., Banyak orang merasa telah bekerja keras. Bahkan sangking kerja kerasnya sering lupa waktu, istri, anak, dan lupa kesehatannya sendiri.

Saudara.. sesuai tema firman Tuhan ini.. memang Tuhan menuntut manusia bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan jasmaninya.

Namun Saudara.., ternyata tidak semua kerja keras mendatangkan hasil. Seperti dalam pembacaan kita bahwa Simon Petrus dan teman2nya tidak menangkap apa-apa.. “tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa”.

Ternyata tidak semua kerja seseorang itu mendatangkan hasil bahkan meskipun itu dia lakukan dari pagi-pagi sampai sampai jauh malam.

Dalam bacaan di atas, para murid-murid Yesus ini sudah bekerja sepanjang malam dan mereka tak menangkap seekor ikanpun. Mereka gagal.

Pertanyaannya adalah apakah karena mereka kurang terampil? Tidak. Mereka adalah para nelayan yang sudah berpengalaman bertahun-tahun menangkap ikan di tempat itu. Mereka profesional!

Saudaraku.. inilah yang menjadi masalah kebanyakan orang tidak berhasil meskipun telah bekerja keras. Yaitu, karena mereka bekerja hanya mengandalkan kekuatan sendiri, kepandaian sendiri. Ketika mereka membuat keputusan-keputusan penting dalam hidupnya, mereka hanya mengandalkan kemampuan jasmani. Itulah yang membuat mereka gagal. Apa yang mereka hasilkan tidak seperti apa yang mereka impikan.

Mungkin.., Banyak dari kita seperti Simon Petrus, bekerja keras tanpa hasil. Kita seperti orang yang berupaya mengejar bayangan kita sendiri, dan pada akhirnya kita frustasi dengan apa yan kita capai.

Kita menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit, kita bahkan seperti orang bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang! Semua usaha kita lenyap seperti uap.

Dalam bacaan di atas, ayat selanjutnya bahwa Tuhan Yesus datang menjumpai mereka. Yesus bahkan menyediakan sarapan roti dan ikan bakar buat mereka. Yesus sering datang menjumpai kita. Ia begitu dekat dengan kita. Ia bahkan mengajak kita.

Pertanyaannya adalah apakah kita mau mendengar suara Tuhan dalam kesibukan hidup kita, kesibukan kerja kita? Saudara kita harus pahami bahwa mengandalkan kemampuan jasmani manusiawi, selalu berakhir dengan kegagalan. Perlu keberanian untuk berganti pimpinan; keberanian untuk menyerahkan kontrol hidup kita kepada Tuhan.

Tuhan meminta kita menyerahkan kendali hidup kita kepadaNya dan mendengar instruksiNya kepada kita. Kerelaan untuk melepaskan kendali sering berhubungan ego manusiawi kita. Harga diri, sering membuat kita tidak berani mempercayai Tuhan.

Apa yang dapat kita petik dari pelajaran ini adalah bahwa manusia boleh bekerja keras, tetapi Tuhan yang mendatangkan keberhasilan. Tuhan itu ada dekat kita. Ia ingin bekerja bersama dengan kita dan membuat pekerjaan kita berhasil.

Namun perlu kerelaan untuk melepaskan kontrol hidup kita kepada Tuhan, keberanian untuk melepaskan ego kemampuan jasmani kita, dan hanya bersandar kepada Tuhan saja.

Selamat bekerja dan beraktifitas disepanjang hari ini, Tuhan Yesus membuat berhasil usaha, pekerjaan Saudara, Amin.

Pin It on Pinterest

Share This

Share This

Share this post with your friends!